Entah kenapa minggu ini terasa sangat berat, banyak krikil-krikil yang perlahan menghantui perasaan. sehingga saya seperti stress sendiri. padahal itu semua sepeleh. tapi ketika mereka membangun pleton yang menyerang dengan tak berurutan serta tak ada hentinya. yah mereka menjadi memuakkan. sumpah demi apa mereka semua memuakkan. lebih memuakkan dari banci yang banyak bacritnya. yang celakannya lagi tak ada sesosok yang bisa mengusir mereka. tidak ada yang bisa membawa kesegaran kalau ini ibarat kemarau. andai tuhan itu tinggalnya didekat rumah. pasti lebih enak minta doanya. simpel saja. BIARKAN MEREKA PERGI SAMPAI TAK BERSISA.. AMIN.. tapi sayangnya tuhan ada dihati setiap orang (katanya). dan kebetulan (kayaknya) hati saya sedang gelap tak berlampu. dan itu berimbas (kayaknya) pada saya tidak bisa menemukan tuhan di hati saya sendiri. ENTAHLAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar